Translate

Minggu, 24 Juli 2016

Sambal Layah, Benarkah Pedasnya Bikin Nangis?



Sebenarnya pas libur lebaran kemaren, kami sudah mempersiapkan berbagai kebutuhan sekolah untuk anak-anak. Tapi kok ternyata ya masih adaaa.. saja berbagai perintilan yang terlewat.

Beberapa hari sebelum masuk sekolah, kami benar-benar mengingat dan mencatat apa saja yang harus dibeli dan cuss.. meluncur ke toko buku.
Pas sudah mau pulang, anak-anak mengeluh lapar, Kak Raki langsung mengajukan pilihan untuk makan di Sambal Layah yang baru saja buka di Purworejo. Haha... modus aja nih kayaknya.
Sudah beberapa kali lewat di depan restoran ini dan ‘suasana merah’nya memang mampu menarik pandangan kami dan membuat kami menoleh melihatnya. Deskripsinya yang berbunyi ‘Pedasnya Bikin Nangis’ juga membuat suami yang penyuka pedas sangat penasaran.
Suasana merah di Sambal Layah.

Di poster menu yang terpampang di belakang meja kasir, ada beberapa pilihan paket dengan nasi dan es teh. Ada telur, ayam, lele dan udang. Tapi kata mbak kasirnya, hari itu hanya tersedia yang paket ayam saja. Owh, suami yang tadinya pengen pesan udang jadi mengurungkan niatnya.
Lalu kami melihat ternyata ada juga paket ayam dengan nasi dan es teler. Suami yang penyuka es teler lalu memesan itu, tapi ternyata es telernya juga sedang kosong, yaahh....
Akhirnya suami dan anak-anak memesan paket ayam dengan nasi dan es teh saja. Saya, karena sudah makan di rumah jadi memilih untuk nggado tumis kangkung saja. 
Tumis kangkung. Piringnya pun merah.
Lagi-lagi, Rafka merasa excited melihat gelas es tehnya yang jumbo.
Es teh jumbo
Paket ayamnya enak sih, ada tambahan tempenya segala. Tumis kangkungnya juga enak. Sambalnya... kalau menurut suami sih mantabs. Sambalnya Raki dan Rafka juga habisnya sama papanya. Saya dan anak-anak memang kurang menyukai pedas. Jadi kami kalau makan yang ada sambal-sambalnya gitu paling-paling hanya dicocol-cocol sedikit saja sambalnya hehe.... 
Paket ayam. Ada tambahan tempenya juga.

Suami juga masih penasaran dengan es teler dan paket udang yang gagal dia pesan. Nanti kapan-kapan mau nyoba ke sini lagi katanya. Ah, kalau kata saya sih, sebenarnya dia ketagihan saja sama sambalnya hihi.... Rafka juga katanya pengen ke sini lagi. Katanya, “Dedek sukaaa... deh kalau makan di tempat yang gelasnya gendut-gendut...”  Idiih.... hihihi.....
Oh ya, slogan ‘Pedasnya Bikin Nangis’ sepertinya tidak berlaku untuk saya dan anak-anak. Kami tidak nangis... wong sambalnya hanya dicocol-cocol seuprit. Hehehe......

4 komentar:

  1. wah.. ternyata ada juga outletnya di purworejo. dimagelang juga udah ada. tapi belum nyoba

    BalasHapus
    Balasan
    1. kalau di Purworejo bukanya masih baru banget sih mbak. pas bulan puasa kalau gak salah. beberapa hari sebelum lebaran :D mbak magelangnya di mana? saya juga asalnya dr magelang :D

      Hapus
  2. Hi mba, wah ini di purworejo ya?
    wah kampung halaman bapak saya :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. oh ya? wah Purworejonya mana mbak?

      Hapus