Translate

Jumat, 22 Juli 2016

Mencicipi Hidangan Di Kerajaan Ayam




Rumah makan ini sebenarnya sudah dibuka beberapa bulan sebelum puasa, anak-anak sudah ribut saja pengen nyobain. Tapi belum sempat-sempat, sampai akhirnya bulan puasa tiba, dan keinginan harus ditunda sampai beberapa hari setelah lebaran.

Terletak di Jln. Brigjen Katamso No.77, Pangenrejo, Purworejo, Kedai Puteh ini lumayan membuat saya penasaran dengan deskripsinya yang berbunyi Kerajaan Ayam.  Yang terbayang di benak saya adalah beraneka macam olahan ayam yang menggugah selera.
Namun saat menelusuri daftar menu, ternyata olahan ayamnya hanya beberapa saja. Kalau menurut saya sih, kurang pas saja kalau restoran ini memasang slogan Kerajaan Ayam, hehe....
Kami lalu memesan Ayam goreng kampung bacem,  capcay goreng, dan capcay kuah. Tidak lupa tiga porsi nasi putih plus tiga gelas es teh manis.
Rasanya... lumayan enak sih kalau menurut saya. Rafka saja sampai bilang, “Ma, besok-besok kita makan di sini lagi ya...” Hihi...
Capcay kuahnya seger, dengan isian ayam, sayuran hijau, wortel, sosis, trus ada kekiannya juga.. mm.. apa lagi ya, lupa sih, hehe... tapi pokoknya enak dan segar.
Capcay kuah, Rp.17.000,-
                                                              
Capcay gorengnya juga yummy. Isinya ada brokoli, wortel, ayam, kekian dan sosis. Ada kolnya juga kalau tidak salah.
Capcay goreng, Rp.17.000,-

Yang jadi favorit saya sih ayam goreng kampung bacemnya. Karena dibacem, jadi rasanya ada manis-manisnya gitu. Secara lidah saya ini kan lidah Jawa ya. Jadi paling sukaakk... kalau ada masakan yang ada nuansa manis-manisnya. Hihi....
Ayam goreng kampung bacem, Rp.19.000,-

Overall.. cukup puas sih makan di sini. Apalagi Rafka, dia sempat terkaget-kaget lho lihat gelas es tehnya yang gendut-gendut hihi.... 
Es teh gendut, Rp.3.500,- per gelas

Untuk harganya, saya tidak tahu apakah itu harga normal ataukah harga lebaran, karena kami ke sana sekitar seminggu setelah lebaran. Di masa-masa itu biasanya harga-harga kan masih memakai harga lebaran ya. Dan di daftar menunya itu harganya memang ditulis di atas kertas label harga yang ditempel. Mungkin... mungkin lho ya... setelah masa-masa lebaran sudah lewat, kertas label harga itu akan di lepas dan kembali memakai harga normal.
Itu hanya perkiraan saya saja sih hehe.... untuk membuktikan benar atau tidaknya, mungkin kapan-kapan harus ke sana lagi, Rafka juga sudah request nanti pengen makan di sana lagi.
Teman-teman yang kebetulan sedang main atau sekedar lewat di Purworejo, atau yang memang sengaja ingin menjelajah kuliner di Purworejo, Kedai Puteh ini bisa dimasukkan ke dalam list mampir.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar