Translate

Minggu, 25 Februari 2018

Tentang Kebebasan Financial



Dulu, saya pernah menjalani beberapa bisnis MLM, dan sudah tidak asing dengan ungkapan Menuju Kebebasan Finansial. Hampir di semua bisnis MLM yang pernah saya jalani selalu ada kata-kata itu.

“... Bla bla bla Menuju Kebebasan Finansial bla bla bla...”
Menuju terus, kapan nyampainya ya hahaha....
Dulu (sekarang juga masih sih), saya penasaran sekali ingin mencapai yang namanya Kebebasan Finansial.
Bingung juga sebenarnya, berapa batasannya sehingga seseorang bisa dikatakan sudah mencapai Kebebasan Finansial?
Ya kalau menurut saya pribadi sih, Kebebasan Finansial adalah di mana kita sudah tidak perlu lagi risau akan uang. Di mana apa-apa tinggal tunjuk tanpa perlu perduli akan harganya. Di mana semua hal yang ingin kita lakukan dan miliki bisa kita lakukan dan miliki.
Jadi, Kebebasan Finansial berarti memiliki uang tanpa batas.
Nah masalahnya, bagaimana caranya supaya bisa memiliki uang tanpa batas?
Sudah berusaha menabung, tapi sepertinya adaaa saja keperluan mendesak yang membuat tabungan susah terkumpul banyak. Sudah berusaha mencari penghasilan tambahan, tapi kok ya dapatnya masih segitu-segitu saja.
Dan Kebebasan Finansial yang saya idamkan rasanya semakin menjauh dari jangkauan.
Memiliki uang yang tak terbatas? Halah, berhasil membayar cicilan tanpa ngos-ngosan saja sudah sangat beruntung.
Lama-lama saya seperti menyerah. Sudahlah, tidak perlu memiliki uang yang tak terbatas. Punya tabungan kesehatan dan pendidikan buat anak saja juga sudah cukup. Tidak usah beli apa-apa. Tidak usah plesir ke mana-mana.
Ya saya menyerah, terlalu lelah rasanya mengejar Kebebasan Finansial.
Yang kemudian, pada suatu hari ketika saya sedang mencuci piring sambil melamun, tiba-tiba otak saya seperti berkata:
Kebebasan Finansial itu adalah ketika kamu sudah merasa benar-benar bebas dari uang. Ketika kamu sudah merasa uang tidak lagi memegang kendali dalam kehidupan. Ketika kamu sudah bisa hidup tanpa uang.
Tuing... tuing... saya seperti tercerahkan. Berarti saya bisa mencapai kebebasan finansial. Horeeee...
Lalu melamun lagi, memangnya saya bisa menganggap uang tidak penting? Memangnya bisa hidup tanpa uang?
It... itu kan... susah.... *cry
Itu berarti saya harus berkebun menanam sayur dan buah-buahan untuk keperluan makan, menanam tanaman rempah dan obat untuk keperluan memasak dan pengobatan, memelihara ayam dan ikan untuk mendapatkan protein hewani, ke mana-mana naik sepeda supaya tidak perlu beli bensin.
Sepertinya bisa kan ya...?
Tapi ya tidak bisa benar-benar lepas dari uang juga sih. Kan tetap harus pakai uang untuk bayar listrik dan air, untuk beli gas, biaya sekolah dan lain-lain.
Definisi Kebebasan Finansial yang kedua jadi terasa tidak masuk akal.
Atau mungkin kedua definisi Kebebasan Finansial itu bisa digabungkan ya.....
Jadi kita tetap menabung dan mengumpulkan uang sebanyak-banyaknya. Tapi di sisi lain kita pura-pura tidak membutuhkan uang dalam kehidupan. Apapun yang sekiranya bisa diperoleh tanpa uang, lakukan saja walaupun terlihat sulit. Seperti berkebun, berternak, atau bersepeda. Uang hanya dipergunakan untuk membayar hal-hal yang memang tidak bisa diganti atau dibayar dengan benda lain, seperti biaya sekolah atau membayar iuran RT.
Nah dari sini sedikit-sedikit mulai bisa kan melepaskan diri dari uang, hehe......
Sementara di sisi lain kita terus saja menabung sampai banyak. Harusnya bisa sih, kan uangnya sudah jarang diambil-ambil karena sudah berkebun, berternak, dan bersepeda....
Kumpulkan saja terus uangnya sampai banyak, sampai tak terbatas, nah tercapai deh Kebebasan Finansialnya, horeeee.....
Bisa tidak ya? harusnya sih bisa...
Tapi baru membayangkan harus berkebun, berternak, dan bersepeda saja rasanya kok sudah malas duluan wkwkwk....
Ah sudahlah, mungkin Kebebasan Finansial bukan milik saya :D mungkin ‘jatah’ saya ya hanya segini-segini saja, yang penting saya dan orang-orang tercinta sehat dan bahagia. Sepertinya itu sudah cukup ya...
Dan lagi, jauh dari Kebebasan Finansial membuat otak kita terus bekerja sehingga semakin kreatif dan produktif, iya kan..?
:D
Selamat berhari Minggu, terima kasih sudah membaca ^_^

8 komentar:

  1. Kebebasan finansial kalau versi saya adalah bebas utang dan punya tabungan untuk masa depan Mbak.

    Suami saya dulu kerjanya di leasing company. Setelah ganti kerjaan, dia jadi ngeri banget tentang beratnya beban berutang, jadi mikir berkali-kali untuk mengajukan sebuah pinjaman/kredit barang. Meski di awal harus susah payah, akhirnya bisa juga. Satu-satunya yang utang adalah rumah. Yang lainnya, punya uang dulu baru beli. :)

    BalasHapus
  2. Kalo untuk saya, kebebasan finansial itu adalah ketika punya penghasilan sendiri. Merasa bebas untuk spending dan saving.

    BalasHapus
  3. Kebebasan finansial itu versi saya sih, bisa berpenghasilan sendiri dan ngga membebani orang lain. Kalau berutang, bisa bayar tepat waktu dan ngga menunggak. Thanks for sharing, mbak.

    BalasHapus
  4. Punya penghasilan sendiri juga termasuk kebebasan finansial ah :) Yang penting juga tuh ya bebas dari utang dan happy bisa belanja terus lah hahaha :D

    BalasHapus
  5. Kebebasan finansial yang langsung teringat buat saya adalah pengennya gak punya utang. Tapi sayangnya saya masih punya utang meskipun sudah semakin kecil. Alhamdulillah.

    BalasHapus
  6. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  7. Kebebasan finansial buat saya artinya ga ada utang, trus selalu merasa cukup dengan berapapun uang yang dipunya, hehe.

    BalasHapus