Translate

Kamis, 10 November 2016

Ketindihan



Temans pernah mengalami ketindihan? Saya pernah beberapa kali. Dulu ketika masih kecil dan mengalami ketindihan, mbak yang mengasuh saya memberi tahu bahwa itu terjadi karena ada makhluk halus atau jin yang sedang menindih tubuh kita. Tapi entah ya, ketika itu saya tidak terlalu merasa takut atau bagaimana. Ya merinding sih sedikit, hehe.... tapi tidak terlalu dipikirkan.

Ketika sudah SMA atau kuliah (lupa) saya membaca di majalah Intisari bahwa ketindihan itu sebenarnya bisa dijelaskan secara medis. Jadi ketindihan dapat terjadi ketika otak kita tiba-tiba terjaga dari tidur sementara tubuh belum siap dan masih dalam keadaan tidur. Di saat seperti ini otak hanya bisa memberikan perintah kepada mata dan telinga saja. Itulah sebabnya di saat mengalami ketindihan kita dapat melihat dan mendengar situasi di sekitar kita sementara tubuh terasa lumpuh tidak bisa digerakkan.
Karena sudah mengetahui penjelasan medisnya, saya jadi tidak terlalu panik saat ketindihan menyerang. Biasanya saya hanya memperbanyak dzikir atau membaca surat-surat pendek saja sambil menunggu seluruh tubuh saya benar-benar terbangun dari tidur.
Beberapa hari ini, saya sering tertidur lagi ketika anak-anak sudah berangkat sekolah. Sebenarnya biasanya itu adalah jamnya saya blogwalking atau sekedar melihat-lihat informasi di luaran sana. Ya maklumlah ya, saya ini seorang ibu rumah tangga yang hampir setiap hari terkurung di rumah, jadi saya harus sering buka-buka internet untuk bisa tahu kejadian-kejadian di dunia luar supaya tidak terisolasi, hehe....
Nah masalahnya, beberapa hari ini saya merasa lebih nyaman buka internet menggunakan smartphone dan bisa di tebak kan, kalau sudah memegang smartphone di kasur, pasti ujung-ujungnya..... ketiduran! Zzzzz.........
Dan ini sudah berlangsung lumayan lama sih sepertinya. Mungkin ada kali sebulanan ini, saya selalu tertidur lagi mulai dari jam 7 pagi, dan terbangun sekitar pukul 8 atau setengah 9.
Tapi mulai kemarin, saya bertekad tidak mau lagi tertidur pagi-pagi. Saya kembali menggunakan laptop untuk ber-internet-ria. Karena dengan menggunakan laptop, saya terpaksa harus duduk di kursi dan otomatis tidak mungkin ketiduran.
Saya tidak mau lagi tertidur pagi-pagi karena saya takut. Ya, saya takut karena kemarin mengalami ketindihan yang tidak biasa.
Awalnya sih hanya ketindihan seperti biasa. Saya berdzikir sambil berharap semoga tubuh saya segera terbangun dari tidurnya. Di antara sadar dan tidak, saya merasa Rafka naik ke kasur lalu memeluk saya dari belakang. Tangannya merangkul leher saya dan saya merasakan kenyamanan yang biasa saya rasakan ketika Rafka melakukannya.
Dan tiba-tiba saja otak saya seperti mengingatkan bahwa Rafka sedang sekolah! Saya merasa panik sesaat, tapi entah bagaimana saya kembali tenang sambil mengencangkan dzikir. ‘Rafka’ masih memeluk saya dari belakang sambil tertawa-tawa kecil. Saya hanya berkata dalam hati bahwa jika saya sudah sadar sepenuhnya maka semua pasti akan baik-baik saja.
(Sebenarnya saya bingung juga, sebenarnya saya sadar atau tidak ketika itu? karena mata saya bisa melihat sekeliling kamar, dan telinga saya mendengar berbagai aktifitas orang-orang di luar rumah. Bahkan suara tikus yang mencicit-cicit di dalam jebakan di teras rumah pun terdengar jelas oleh saya).
Suasana semakin ‘seru’ ketika mata saya yang sedang menatap gorden, tiba-tiba menangkap bahwa gorden itu bergerak-gerak. Saya pikir ah mungkin tikus atau cicak di balik gorden itu. Tapi sepertinya gerakan gorden itu semakin aneh sodara-sodara............ dan ada ular keluar dari balik gorden itu! tidak terlalu besar, tapi tidak kecil juga, mungkin se-pergelangan tangan Rafka. (ini kenapa ngetiknya saya jadi ngos-ngosan yak...)
Saya merasakan bahwa saya melompat dari kasur dan berlari keluar kamar. Tapi beberapa detik kemudian saya mendapati bahwa tubuh saya masih melekat di kasur. Terasa lumpuh.
Saya sudah lupa untuk berdzikir. Saya lupa untuk tetap tenang. Saya lupa bahwa ketindihan itu ada penjelasan medisnya. Pokoknya saya lupa. Saya ketakutan. Yang saya lakukan ketika itu hanya berusaha untuk memberontak. Berusaha bergerak, atau berteriak. Tapi tidak bisa.... huuuuhuuu......
Dan ketika semuanya berakhir, tubuh saya terbangun dengan sentakan yang cukup keras. (biasanya setiap kali ketindihan, tubuh saya akan terbangun dengan santai. Itu karena saya tenang dan tidak memberontak. Yang kemarin itu saya benar-benar memberontak dan melawan, jadi ketika terbangun, tubuh saya seperti tersentak dengan keras)
Ular dan Rafka sudah tidak ada. Saya ngos-ngosan, lalu segera membuka google untuk mencari tahu tentang ketindihan lebih jauh.
Dan ternyata yang mengalami ketindihan plus halusinasi seperti yang saya alami kemarin banyak juga. Rata-rata orang yang ketindihan akan berhalusinasi melihat sosok atau bayangan hitam yang sedang mondar-mandir di sekitar mereka (o em ji, kebayang gak sih?).
Penjelasan medisnya adalah: seringkali saat ketindihan itu juga sebenarnya otak kita masih setengah sadar. Jadi orang-orang yang berhalusinasi saat ketindihan itu setengah dari otaknya masih berada di alam mimpi, tapi berhubung setengahnya lagi sudah sadar, jadi kejadian-kejadian di alam mimpi ada sebagian yang terbawa ke alam sadar. Ya gitu deh, saya juga susah menjelaskannya, tapi pokoknya seperti itu. hehe.......
Oke, done. Jadi saya mungkin kemarin itu sedang bermimpi dipeluk Rafka. Tapi setengah otak yang sadar mengingatkan bahwa Rafka sedang sekolah. Dan ketika benar-benar sadar, Rafka menghilang.
Jadi, tidak ada yang perlu ditakutkan. Saya memang hanya mencari penjelasan dari segi medisnya saja. Saya bisa saja mencari lebih jauh tentang fenomena ketindihan ini dari sisi yang lain. Tapi saya tidak mau. Hehe....  takutnya nanti malah mengganggu ketentraman batin dan pikiran saya hihihi...
Yang pasti, sekarang saya sudah kapok tidur pagi-pagi. Dan lagi, pagi hari kan memang bukan waktunya tidur kan ya? *toyor kepala sendiri.

6 komentar:

  1. Saya seringnya malem kl ketindihan, Mak. Biasanya terjadi saat kondisi fisik sdh kelelahan dan dipaksakan tidur sejenak, saat itulah sering saya tindihan. Ngeri-ngeri sedep dah xixixixii...
    Yg pasti di alam bwh sadar sy sdh terinstall tiap tindihan langsung otomatis dzikir dan baca ayat Kursi :D

    BalasHapus
  2. berkat baca artikel ini aku jadi tau penjelasan medis soal ketindihan itu mbak. Sering sih ngalamin, tapi gak pernah tau kalo ini ada sebab musababnya. Salam kenal ya mbak :)

    BalasHapus
  3. hehe sebaiknya emang jangan buka google kadang2 malah bikin smakin parno. btw salam kenal saya resti. saya juga suka ketindihan. dan ketindihannya itu gabisa nafas. jadi rasanya kaya tenggelam padahal suasana yg saya alami saat ketindihan itu sedang di darat.

    mgkin kita lelah mbak hehehe perlu sejenak piknik gtu. ngaruh ga sih?

    BalasHapus
  4. waktu masih sekolah, saya beberapa kali ketindihan. Bikin takut, sih. Alhamdulillah sekarang udah gak pernah

    BalasHapus
  5. Bahasa jawanya sleep paralysis mba, salam kenal ya mba ...

    BalasHapus
  6. Pernah juga ketindihan waktu ngekos awal-awal di Jogja. Sampe dalam mimpi itu udah baca ayat Kursi puluhan kali tetep gak bisa melek. AKhirnya pas bisa kebangun langsung ketuk pintu kakak kos sebelah minta bobok bareng hahahaha

    BalasHapus