Translate

Jumat, 04 November 2016

Bukuku: Separuh Jiwaku ^_^




Sepertinya lebay sekali ya judulnya? Saya juga mikirnya begitu sik, hihihi.....

Iya. Dulu, saya memang pernah merasakan masa-masa itu. Di mana bagi saya buku rasanya sudah seperti kebutuhan pokok saja. Kalau belum baca buku rasanya seperti belum makan, hihi... bahkan kalau sedang tidak punya uang untuk beli buku baru, buku lama pun akan saya lahap kembali.
Temans jangan kemudian berfikir bahwa otak saya lantas menjadi cerdas dan kritis ya... karena buku yang saya maksud adalah, mmm... novel. Iya, buku cerita. Bukannya buku-buku motivasi atau pengembangan diri semacam itu, hehe.....
Dan karena buku-buku novel itu juga, hampir setiap hari saya kena omel orang tua, karena kalau sudah baca novel, saya pasti akan mengesampingkan buku pelajaran. Buku pelajaran? Siapa ituh...?
Pernah saking kesalnya, Ibu sampai mengancam akan membakar novel-novel saya kalau saya masih saja tidak bisa membagi waktu antara novel dan buku pelajaran hihi....
Saya juga berulang kali kena tegur Bapak karena makan sambil membaca. Benar, ketika itu saya seperti kecanduan membaca novel. Bahkan ketika saya harus makan tanpa membaca, tiba-tiba saja rasa makanannya jadi terasa kurang sedap. Iya, saya separah itu. Dulu...
Ketika menikah dan pindah rumah, entah bagaimana ancaman yang pernah dilontarkan oleh Ibu tentang akan membakar novel-novel itu terus saja mengganggu pikiran. Lah, padahal sih Ibu juga sudah tidak memusingkan lagi saya mau baca novel atau tidak, lha wong saya sudah tidak sekolah, hihihi.....
Tapi ancaman itu terus terngiang-ngiang di otak saya (ini normak gak sih?) dan membuat saya memboyong semua novel saya ikut pindah bersama saya (yang akhirnya hanya menjadi penghuni gudang karena rumah saya tidak sebesar rumah orang tua).
Pada akhirnya sih, novel-novel itu banyak yang hilang karena saya beberapa kali pindah rumah. Ketika masih bersemayam (((BERSEMAYAM))) di rumah orang tua saya pun sebenarnya sudah banyak yang hilang karena dipinjam teman-teman atau saudara dan tidak kembali, Hiks........
Sekarang, kegemaran membaca novel sudah mulai menyurut. Karena sekarang saya kan harus mengurus keluarga. Dan rasanya sudah tidak ada tenaga yang tersisa untuk sekedar membaca. Dan lagi anak sulung saya, Raki, sepertinya mewarisi hobi membaca saya, jadi tentunya saya lebih memprioritaskan membeli buku-buku Raki dari pada buku-buku saya.
Tetep sih, saya masih membeli beberapa novel untuk sekedar me time. Tapi sudah tidak kecanduan lagi seperti dulu. Dan sekarang saya mulai merambah ke buku-buku non fiksi semacam cerita perjalanan, pengembangan diri, dan motivasi.
Kalau temas masih belum bosan, boleh ya saya cerita-cerita tentang awal mula ketertarikan saya membaca. Kalau sudah bosan, bolehlah di skip.... tapi besok balik lagi ya, hihihi.....
Saya mulai mengenal huruf ketika duduk di kelas 1 SD. Waktu itu masih ini Budi ini Ibu Budi ya, hehe......
Mungkin dengan tujuan supaya saya lebih lancar membaca, Ibu lalu berlangganan beberapa majalah anak-anak untuk saya. Nah, dari situlah sepertinya saya menjadi kecanduan membaca (ingat ya, non pelajaran sekolah).
Kegemaran membaca majalah itu mulai merambah ke novel saat kelas 6 SD. Ketika itu novel pertama yang saya baca adalah Lupus, pinjam dari teman. Suka dengan Lupus, saya mulai menahan diri untuk tidak jajan demi mengumpulkan uang untuk bisa membeli novel sendiri. Selain Lupus, saya juga mulai mengkoleksi serial lainnya yang masih berhubungan dengan Lupus seperti Lulu, Olga, dan Vanya. Oh ya, ada juga Lupus Kecil dan Lupus ABG. Penulis idola pertama saya adalah Hilman Hariwijaya.
Serial Lupus dan kawan-kawannya

Idola saya bertambah ketika Hilman berduet dengan Zara Zettira ZR menulis Rasta & Bella. Wah, saya suka banget waktu itu. Saya baca berulang-ulang sampai hapal setiap bagian dan kalimatnya. Saya juga mulai mengkoleksi beberapa novel Zara Zettira.
Duet Hilman-Zara Zettira

Duet Hilman-Boim

Oh ya, di saat yang sama saya juga mulai menyukai novel terjemahan karya Enid Blyton, dan mengoleksi juga. Idola saya bertambah lagi satu.
Beberapa koleksi Enid Blyton
 
Saya juga membaca Trio Detektif - Alfred Hitchcock. Tapi entah bagaimana, saya tidak bisa terlalu menikmatinya. Saya lebih suka gaya bercerita Enid Blyton yang lebih sederhana dan menyenangkan.
Menginjak kelas 2 SMP, saya mulai mengenal komik-komik Jepang. Dikenalkan oleh sahabat saya yang pecinta komik Jepang. Tapi ini hanya untuk selingan saja sih, karena saya tetap lebih suka novel.
Saat itu saya juga mulai mengenal penulis-penulis lain selain Hilman dkk dan Enid Blyton.
Ada novel yang sangat saya suka di masa SMP, Girl Talk.
Novel ini bercerita tentang persahabatan 4 orang gadis remaja kelas 1 SMP dengan segala kisah keseharian dan dinamika di masa ABG. Dan noraknya, saya dan 3 orang sahabat saya memposisikan diri sebagai 4 gadis di novel itu. Kami bahkan memakai nama panggilan gadis-gadis itu sebagai nama panggilan kami berempat, hahaha...............
Girl Talk yang warnanya pink semua itu ya...

Lalu, saya mulai mengenal R.L. Stine, karena saya mulai menggemari serial Goosebumps dan Fear Street. Segera R.L. Stine menjadi idola baru saya. Dan membuat saya sering kali bertanya-tanya, bagaimana otaknya bisa memproduksi begitu banyak cerita misteri dengan begitu apik? Dia bisa berkhayal melampaui batas dan logika, dan kemudian mengemasnya menjadi sebuah cerita yang apik. Yah kalau menurut saya sih, tidak kalah dengan JK Rowling.
Fear Street

 
Goosebumps
Ini adalah serial Fear Street yang terfavorit. Menceritakan bagaimana awal mula terjadinya kutukan di Fear Street. Menurut saya ini sangat keren, karena cerita di mulai di tahun 1600-an.


Semakin dewasa, saya mulai membaca beberapa novel bertema percintaan, dan mengkoleksi serial Harlequin. Itu adalah serial terakhir yang saya koleksi sebelum menikah. Tapi tetep ya, selain membeli Harlequin, saya juga selalu membeli Goosebumps atau Fear Street.
Harlequin
Setelah menikah, saya punya idola baru, Sophie Kinsella. Menurut saya, gaya berceritanya asyik dan menyenangkan. Entah bagaimana saya merasa gembira saja setiap membaca kisah-kisah yang disuguhkannya. Saya pun mulai mengoleksi buku-bukunya. Sayangnya, ada beberapa yang hilang. Mungkin karena beberapa kali berpindah rumah jadi terselip di sana sini.
Ini beberapa novel yang sempat saya koleksi setelah menikah. Ada bukunya Shopie Kinsella juga tapi hanya ada 3 buah.


Semakin kesini, saya mulai menyukai buku-buku nonfiksi. Saya menyukai buku-buku tentang motivasi bisnis, dan buku tentang perjalanan.
Buku NonFiksi
 
Ini buku nonfiksi favorit saya karena bercerita tentang kehidupan di luar negri. Iya, dari dulu saya memang penasaran dengan kehidupan di luar Indonesia. Pengen ngerasain, tapi belum pernah kesampaian, hehehe....
Oh ya, saya juga mulai memupuk minat baca ke anak-anak sedari dini. Tapi sepertinya hanya Raki yang minat bacanya tampak tinggi. 
Buku pertama Raki. Terbuat dari kain ^_^
 
Menginjak kelas 1 SD, saya belikan buku betulan yang dari kertas :D
Ketika minat membacanya sudah terlihat, saya mulai membelikannya buku-buku dengan tema yang lebih 'berat'.

Dia selalu membaca untuk membunuh rasa jenuh dan bosan. Pernah suatu hari kami mengajaknya mengunjungi kerabat yang tidak terlalu akrab. Bila sudah begini biasanya dia akan jenuh lalu membaca buku. Sayangnya saat itu bukunya tidak dibawa. Dan, Raki lalu pergi ke tukang mainan, dan membeli buku-buku ini, hahaha....
Buku seribuan, beli di tukang mainan ^_^

Ini sangat murah, hanya seribu rupiah satunya. Yah lumayanlah ya Kak, bisa buat baca-baca hihihi.......
Kalau adiknya, Rafka, minat bacanya tidak terlalu tinggi. Tapi beberapa saat yang lalu dia meminta sebuah buku yang dilihatnya di beranda FB saya, lalu katanya minta dibelikan. Ya sudah, saya belikan dan ternyata dia suka. Mudah-mudahan sih ini adalah awal dari kegemarannya membaca.
Buku permintaan Rafka ^_^

3 komentar:

  1. wah banyak koleksinya, aku dulu modal pinjam komik2, ada juga seh orangtua langganan majalah ananda biar anaknya rajin baca, sekarang kayanya majalahnya udah nggak ada lagi

    BalasHapus
    Balasan
    1. dulu saya juga langganan ananda. tapi karena semakin lama semakin menumpuk sepertinya sih dikiloin sama ortu saya hihihi.... btw masih ada gak ya majalah itu sekarang? kalo masih saya pengen langganan lagi buat anak2 :)

      Hapus
  2. Terimakasih sudah mengikuti GA Kisah Antara Aku dan Buku. Nantikan pengumuman pemenangnya di tanggal 15 Nopember 2016.


    Salam,

    Izzah Annisa

    BalasHapus