Translate

Jumat, 12 Januari 2018

Pencarian...




Mencari apa? Hahaha... saya pun tidak tahu mencari apa. Yang pasti sesuatu yang membuat saya merasa bersemangat, lega, dan bahagia. Mungkin yang biasa orang sebut dengan passion ya.....

Memang di usia yang setua ini saya belum juga menemukan passion  yang sebenarnya. Yang benar-benar ingin saya lakukan terus-menerus tanpa bosan, jenuh, dan merasa terpaksa.
Tapi sebenarnya, yang namanya passion itu bisa berganti-ganti tidak sih, pada setiap orang? Misal tahun ini si Anu memiliki passion A, eh di tahun berikutnya Passion-nya berganti menjadi B. Kira-kira bisa tidak kalau begitu ya...?
Mungkin saya belum bisa menemukan passion sampai sekarang karena minat saya terhadap suatu hal selalu berganti-ganti. Saya mudah tertarik melakukan sesuatu, dan lalu jenuh. Lalu berganti melakukan hal lain, kemudian jenuh lagi dan berganti lagi dengan yang lain lagi. *emak labil
Saya pernah merasa bahwa passion saya adalah berbisnis ketika diajak teman mengikuti bisnis MLM. Setiap mengikuti seminar dan dijejali kalimat-kalimat motivasi, semangat saya selalu membara dan berucap dalam hati: Yes. I Can...
Pada kenyataannya, semangat saya tidak se-membara itu. Setiap berpresentasi kepada orang dan orang itu tampak tidak antusias, maka saya yang akan: oh nggak mau ya? Oke... ya sudah. Lalu kabur :D
Kemudian saya mengikuti sebuah grup memasak di FB. Melihat orang-orang di sana yang saling berbagi resep masakan, saya jadi tertarik untuk mempraktekkannya. Saya lalu bergabung di banyak grup FB yang semuanya tentang memasak. Dan semangat saya mulai membara untuk mencoba membuat hidangan-hidangan lezat yang menggugah selera.
Supaya lebih bersemangat memasak, saya lalu membuat sebuah blog yang isinya khusus tentang resep-resep dan masakan saya. Pokoknya saat itu saya merasa: oke, ini dia passion gue.
...Dan tidak bertahan lama, hahaha.... *miris
Saya merasa stress saat hidangan yang saya masak tidak sesuai harapan padahal sudah mahal-mahal beli bahannya. Saya galau saat blog belum terisi postingan baru padahal sedang malas masak. Pendeknya, dunia per-masak-an ini malah lebih sering membuat saya stress dibanding membuat saya enjoy. Jadi tidak lama kemudian, saya segera memutuskan: ini bukan passion gue.
Blog masaknya bagaimana? Saya tutup, hehe.... Dan saya merasa lega. Saya merasa.... plong karena tidak ada kewajiban untuk memposting resep masakan lagi (ya padahal siapa juga yang mewajibkan ya...).
Sekarang, kalau sekali-sekali saya posting resep masakan di blog ini, maka itu saya lakukan dengan suka cita, tanpa beban, tanpa paksaan. Oh aku sungguh legaaaa..........
Sekarang saya kembali ke saya yang dulu: memasak hanya untuk bertahan hidup. Supaya saya tidak kelaparan, supaya anak-anak tidak kelaparan. Masak yang serba praktis, minimalis, dan ekonomis, hahaha.... tidak ada lagi resep-resep ribet yang tingkat kegagalannya tinggi dan bikin stress. Oh aku sungguh legaaaa.......... Diulang.
Setelah itu, saya lalu tertarik pada dunia per-bento-an. Dipikir-pikir, membuat bento itu kan tidak harus pintar masak. Yang penting pandai menata makanan sehingga tampak cantik dan menggugah selera. Ini dia beberapa bento yang pernah saya buat dan sempat terabadikan

Lama-lama... saya merasa capek. Membuat bento itu meskipun tidak harus pandai memasak, tapi memakan waktu yang sangaaaaat lama. Butuh waktu lama untuk membuat bunga-bunga wortel satu per satu. Butuh waktu lama untuk mewarnai telur puyuh. Butuh waktu lama untuk membuat sekotak bento, padahal menghabiskannya sungguh cepat, ya ampun zzzz.......
Maka saya pun mulai meninggalkan bento.
Beberapa saat kemudian, entah bagaimana tiba-tiba saja saya sudah tergabung dalam sebuah grup berkebun di FB. Saya juga mulai mem-follow akun-akun berkebun di IG.
Saya yang tiba-tiba saja berfikir: ih asyik banget sih berkebun. Bisa nanam sayur dan buah-buahan sendiri. Nggak perlu lagi beli di pasar. Sudah irit, organik pula......
Maka saya lalu berbelanja bibit tanaman, pupuk kandang, sekop dan sarung tangan berkebun. Saya juga membeli beberapa pot karena ingin mencoba tabulampot.
Dan ternyata saya tidak berbakat. Beberapa tanaman mati atau terkena hama dan lama-lama mati juga. Saya juga tidak tahan terlalu sering berinteraksi dengan cacing.
Pada akhirnya saya pasrah kalau memang harus mendapatkan sayur dan buah di pasar saja, bukan dari kebun sendiri. ^_^
Baik. Saya pun meneruskan pencarian, dan terdampar di akun-akun para beauty blogger. Dan saya yang labil ini pun segera terseret ke dunia per-make up-an.
Tiba-tiba saja saya sudah memiliki palette eyeshadow dengan warna-warni lengkap. Dan koleksi kuas make up saya sudah melebihi kuas cat air Rafka (kuas cat air Rafka ada seabrek-abrek btw...).
Pada awalnya saya sangat bersemangat mencoba-coba eyeshadow pelangi, alis pelangi, ombre lips... sampai saya kepikiran mau bikin blog tentang beauty hahaha........
Untung saya masih berpikir jernih dan tidak jadi membuat blog itu. Saya trauma kalau jadi ada kewajiban posting padahal sedang tidak mood untuk membuat postingan, seperti yang terjadi di blog masak saya dulu.
Tidak ada yang mewajibkan juga sih, tapi menurut saya kalau sudah berani membuat blog dengan niche tertentu maka ya harus rajin di-update supaya pembaca yang ingin mengetahui info-info terbaru dari blog kita tidak kecewa.
Jadi saya urung menjadi beauty blogger, hahaha....
Untung juga, karena tidak lama kemudian, saya mulai malas bermain-main dengan make up seiring dengan kegagalan saya yang bertubi-tubi menerapkan teknik contouring.
Ya, teknik contouring yang konon bisa bikin wajah manglingi itu justru membuat wajah saya terlihat aneh. Ya bukan teknik contouringnya sih yang salah. Sayanya saja yang mungkin kurang berbakat hehe......
Dan sekarang semua peralatan make up itu pun mojok manis di dalam pouch-nya, jarang saya sentuh-sentuh lagi.
Lalu saya mulai nge-craft. Kalau ini bukan hal baru sih, dulu saya sempat ngecraft juga ketika belum menikah. Dan tiba-tiba saja kangen ingin ngecraft lagi.
Dan rasanya ini lebih serius. Terbukti dengan saya berbelanja bahan-bahan dan peralatan craft dengan lengkap dan bahkan membeli buku tentang craft segala.
Sambil ngecraft, saya juga mulai melirik lettering. Suka saja melihat tulisan-tulisan cantik di IG. Dan tertarik untuk belajar.
Kita lihat saja nanti, mana yang lebih dulu berhenti. Craft atau lettering hihihi......
Beberapa hasil nge-craft
 
Kalau ini sudah lamaaaa sekali. Bikin amplop lebaran untuk para keponakan.
sok- sok bikin lettering. btw ini lettering atau doodle art ya?
Kalau dihitung-hitung, dari semua yang pernah saya lewati, yang paling banyak menghabiskan anggaran adalah memasak. Ya waktu itu saya terlalu bersemangat meniru resep-resep yang beredar di grup  dan saya membeli banyak sekali peralatan memasak seperti oven, panci pemanggang, berbagai macam wajan dan loyang, dan lain-lain yang kalau dihitung ulang jumlahnya bisa bikin saya mewek.
Tapi ya sudahlah kalau dipikir-pikir peralatan memasak itu kan pasti akan tetap terpakai walaupun entah kapan suatu saat nanti kan ya. Jadi saya tidak mau terlalu menyesali. Nanti malah tambah stress hehe......
Dan kalau suatu saat nanti saya mulai bosan juga dengan craft dan lettering, mungkin saya akan tetap mencari. Mencari sesuatu yang bisa saya lakukan dengan sepenuh hati. Tanpa bosan, tanpa merasa capek dan buang-buang waktu.
Kalau ada yang menyindir: idih, sudah tua kok masih sibuk aja cari passion memangnya kemarin ke mana saja?
Ya biarkan saja sih, hahaha..... lha memangnya saya harus apakan mereka? Yang penting saya tetap semangat saja, karena ternyata ada lho, beberapa orang yang baru menemukan passion-nya justru di masa-masa pensiun mereka.
Nah kalau temans, sudahkah menemukan passionnya? Selamat ya kalau sudah ^_^
Yang belum, tetap semangat saja mencari, berapapun usia kita. Karena passion membuat hidup kita terasa lebih bermakna, tidak membosankan, dan lebih berwarna ^_^
Terima kasih sudah membaca.... ^_^

4 komentar:

  1. Ya ampun, pencarian "jati dirinya" memerlukan banyak waktu, biaya dan perassssaan. Tetap semangat mbak rita, semoga konsisten ngeblog dan berkarya. Salam dari Lawu, Karanganyar

    BalasHapus
  2. Passion sering jadi pembicaraan antara saya dan suami. Sekarang pun saya lagi nge-draft tentang passion :D

    BalasHapus
  3. Kalau saya sudah nemu, intinya tidak jauh-jauh dari ngeblog dan atau nulis, hehe...

    BalasHapus