Translate

Senin, 25 Desember 2017

Curhat Pagi Ini



Entah kenapa tiba-tiba merasa ingin curhat saja pagi-pagi ^_^
Kejadian ini sudah cukup lama, mungkin sekitar 2 tahun yang lalu. Tiba-tiba teringat kembali karena melihat ada kejadian serupa di TV.

Jadi ada seorang ibu di daerah saya, tetangga desa, saya tidak mengenalnya sama sekali. Tapi kejadian yang menimpanya membuatnya banyak dibicarakan orang.
Jadi ibu ini sedang naik motor bersama anaknya. Memakai seuntai kalung emas yang kabarnya cukup besar sehingga siapapun bisa melihatnya dengan jelas. Maka segera saja si ibu menjadi target penjambret. Diikuti motornya hingga ke tempat sepi, lalu dipepet dan dijambret kalungnya sehingga si ibu terjatuh dari motor. Kepalanya membentur aspal dan meninggal.
Sedih ya. Banyak yang bersimpati dan merasa sangat geram terhadap si penjambret (yang kabarnya berhasil ditangkap dalam waktu kurang dari sebulan).
Tapi di antara banyak simpati yang mengalir, ternyata ada saja lho pernyataan yang membuat saya terbengong tidak percaya. Iya, di tengah-tengah ungkapan keprihatinan, ada seseorang yang dengan tanpa perasaan nyeletuk: “yah lagian punya kalung emas sengaja dipamer-pamerin sih. Biar semua orang melihat kalau dia punya kalung emas gede kali. Tuh dijambret kan akhirnya...”
Ingin rasanya saya bertanya, “Hey, situ sehat...?”
Ya, mungkin memang ada benarnya bahwa di jaman sekarang yang apa-apa serba sulit dan terlalu banyak orang  berpikiran sempit, sangat tidak bijaksana jika kita membuat orang melihat bahwa kita punya sebuah barang berharga, contoh nyata di sini ya kalung emas tadi.
Tapi mbok ya jangan di katakan di depan umum gitu lho, cukup bicara dalam hati saja kan bisa yekan.
Posisinya si ibu itu adalah korban, sampai kehilangan nyawa pula, kenapa masih saja disalahkan? Kesannya malah jadi seperti membela si penjambret. Jadi semacam: tadinya nggak berniat menjambret, tapi ibu itu mancing-mancing sih. Jadinya kan si penjambret tergoda untuk menjambret. Jadi ya ibu itu yang salah....
Ya mungkin maksudnya tidak begitu, tapi saya menangkapnya begitu.
Dan kalau menurut saya sih, wajar-wajar saja kok seseorang memakai kalung emas.
Jadi begini, ibu itu (dan banyak lagi korban penjambretan lainnya) mungkin sudah bekerja dengan begitu keras. Lalu dia sengaja berhemat supaya bisa menabung. Setelah uangnya terkumpul, dia lalu ingin memberikan reward untuk dirinya sendiri berupa sebuah kalung emas yang selama ini diidamkannya. Dengan kerja kerasnya sendiri, dengan keringatnya sendiri. Tidak mengusik dan menyusahkan orang lain. Mungkin dia sengaja memakai kalung emasnya itu untuk penyemangat supaya dia bisa lebih giat mencari uang (bukan untuk pamer. Sedih deh ada orang yang langsung menjudge orang lain pamer hanya karena orang lain itu memakai sesuatu, padahal kan belum tentu) dan juga sebagai bentuk penghargaan untuk dirinya sendiri, untuk kerja kerasnya.
Lalu ketika kemudian dia dijambret, adilkah kalau ada orang lain yang tidak tahu apa-apa, dan bukan siapa-siapa tiba-tiba mengatakan: “makanya punya kalung emas jangan dipamerin. Dijambret kan akhirnya...”
Hhfftttt....*_*

Demikian curhat saya kali ini temans, mohon maaf kalau saya terkesan marah-marah, hahaha.......
Dan terima kasih sudah membaca ^_^

2 komentar:

  1. Kadang-kadang memang ada orang usil, maksudnya komentarnya enggak pas. Memang menahan lisan itu sangat sulit sama seperti saya pas marah besar sama anak-anak, nggak pas komentarnya. Semoga si Ibu husnul Khotimah. Amin

    BalasHapus
  2. benar mba, bukan pamer tapi membanggakan hasil kerja keras lebih tepatnya ya mba.. X)
    prospek saham

    BalasHapus