Translate

Rabu, 01 Oktober 2014

TIDUR MELEK

Alhamdulillah, kali ini dapat bukti terbitnya :)



Ini naskah aslinya:

Sewaktu kecil, saya sering menjadi bahan ledekan paman, bibi, dan para sepupu karena kebiasaan saya yang menurut mereka cukup aneh. Yaitu tidur dengan mata yang tidak terpejam secara sempurna alias melek.

Saat itu dalam keluarga, memang cuma saya sendirilah yang mempunyai kebiasaan aneh ini.  Dulu, menurut ibu saya, setiap kali beliau selalu menutup mata saya ketika saya tidur. Namun, sekitar lima detik kemudian, mata saya pasti akan kembali terbuka. Ya sudah, akhirnya kedua orang tua saya pun membiarkan saja kebiasaan saya tersebut.

Orang yang tidak mengenal saya sedari kecil pasti akan terkaget-kaget ketika pertama kali mengetahui tentang kebiasaan ini.

Teman satu kost saya misalnya. Dia pernah curhat begitu panjang ngalor-ngidul dan dengan polosnya menganggap diamnya saya adalah karena sedang khusyuk mendengarkan ceritanya. Bukan salahnya sih, karena siapa pun pasti takkan menyangka kalau mata saya yang terbuka cukup lebar itu sebenarnya tengah tertidur…

Kebiasaan tidur melek ini juga pernah membuat saya cukup jengkel dengan ulah para sepupu. Jadi ceritanya, kami semua sedang berkumpul dan menginap di rumah nenek. Entah ketika itu saya sedang memikirkan apa sehingga tidak banyak bicara dan hanya diam mendengarkan obrolan para sepupu sambil tidur-tiduran dan menonton TV.

Dan entah siapa yang memulai duluan, tahu-tahu sepupu-sepupu saya sudah saling melempar candaan tentang saya yang tidur sambil melek! Tidak takut saya ngambek? Tentu saja tidak karena mereka menganggap saya sudah tertidur pulas dengan mata melotot ke arah TV.

Saya bukannya tidak pernah berusaha untuk memejamkan mata. Setiap kali akan berangkat tidur, saya selalu memejamkan mata rapat-rapat. Tapi ya itu tadi, begitu saya mulai pulas, maka mata saya akan kembali terbuka dengan sendirinya.

Dan uniknya, kebiasaan saya ini ternyata menurun kepada dua anak laki-laki saya. Dua-duanya! Seperti yang dulu sering ibu saya lakukan, sekarang saya juga selalu berusaha menutup mata kedua anak saya ketika mereka mulai pulas. Namun beberapa detik kemudian mata mereka juga akan kembali terbuka.

Ya sudahlah… pikir saya akhirnya. Setidaknya, sekarang bukan hanya saya dalam keluarga yang mempunyai kebiasaan tidur melek. Hehehe…

Ada sebuah pengalaman unik yang pernah saya rasakan seputar tidur melek ini. Ketika itu saya dan adik saya masih duduk di bangku SD. Adik saya menggambar sebuah boneka yang acakadul dan menempelkannya di dinding kamar di depan tempat tidur.

Suatu siang ketika saya tertidur sepulang sekolah, tiba-tiba saya bermimpi sedang memegang setumpuk kartu. Entah kartu apa. Di dalam mimpi saya mencoba melihat kartu-kartu itu dan ternyata kartu-kartu itu bergambar boneka jelek yang ditempel oleh adik saya di dinding kamar. Semakin lama semakin banyak dan semua berisi gambar yang sama. Kartu-kartu itu lalu berjatuhan dan saya segera dikelilingi oleh gambar boneka hasil karya adik saya tersebut. Semua dalam ukuran kecil tetapi sangat banyak. Ketika saya terbangun, ternyata posisi tidur saya sedang menghadap ke arah gambar itu. Dan saya tidak heran kenapa gambar itu bisa menerobos masuk ke dalam mimpi saya. Mungkin karena mata saya melek ketika tertidur dan otomatis terus memelototi gambar tersebut.

Fungsi mata yang tetap terjaga dan bekerja ketika sedang terlelap juga sering kali dialami oleh kedua anak laki-laki saya. Ketika masih kecil, saya sering memandangi mereka saat sedang terlelap. Seringkali saya biarkan saja mata mereka terbuka dan tanpa sadar saya tersenyum di depan wajah mereka. Dan…? Mereka akan membalas senyuman saya! sambil tertidur! tidak selalu sih, tapi seringkali begitu. Mungkin mata mereka yang melek ketika tertidur tetap terjaga dan melihat bahwa saya sedang tersenyum kepada mereka sehingga meskipun mereka sedang tidur pulas namun tetap merespon apapun yang sedang dilihat oleh mata mereka.

Kini, giliran anak-anak saya yang sering menjadi bahan ledekan baik oleh para sepupu ataupun tante-tante mereka. Dan setiap kali mereka mengeluh karena kesal, saya akan selalu menegaskan bahwa setiap manusia memiliki keunikannya sendiri-sendiri. Bahwa Tuhan menciptakan manusia lengkap dengan segala kelebihan dan kekurangannya, dan bahwa sebaiknya kita selalu berusaha mensyukuri apapun yang sudah Tuhan berikan untuk kita.

7 komentar:

  1. selamat ya...pengen ikutan ah, sapa tahu bisa hehehe

    BalasHapus
  2. Hihihi...sepupu saya juga gitu, Mba. Kadang suka enggak percaya sudah tidur atau blm. :D

    BalasHapus
  3. Congrats ya mak. Btw ini majalah apakah?

    BalasHapus
  4. iya gapapa itu unik yang penting tidur mau tengkurep atau jalan sekalian pun..haha

    BalasHapus
  5. mantaap, femina bo! selamat maak

    BalasHapus
  6. asyik neh masuk media cetak...congrats yaaa...

    BalasHapus