Translate

Senin, 07 Mei 2018

Wisata Taman Sungai Mudal, Kulonprogo


Hari Minggu kemarin, kami jalan-jalan ke Taman Sungai Mudal yang terletak di Kulonprogo, DIY.

Padahal sebenarnya hari ini Rafka UKK sih, entah kenapa bukannya memintanya belajar, kami malah mengajaknya jalan-jalan :P
Gara-garanya ada tetangga yang memberi tahu tentang adanya wisata Sungai Mudal ini di Minggu pagi dan siangnya kami putuskan untuk mencari keberadaannya, hehe.....
Perjalanannya lumayan mencekam bagi saya karena harus melalui jalan menanjak dan berliku yang membuat jantung saya dag dig dug setiap saat sementara anak-anak enjoy saja dan malah menganggap ini adalah perjalanan yang seru.
Tapi tidak menyesal sih, karena ternyata tempat ini memang bagus.
Mudal adalah nama sebuah mata air yang memancar sepanjang tahun dan mencukupi kebutuhan air bersih warga sekitar.
Aliran air yang meluap kemudian membentuk sungai, yang kemudian dibendung di beberapa titik dan difungsikan sebagai kolam renang alami.
Dan karena Rafka adalah pecinta air, maka dia semakin bersemangat ketika tahu bahwa di sini juga bisa berenang.
Ada tiga titik aliran air yang dibendung menjadi kolam renang. Yang pertama kami temui berkedalaman 2 meter. Karena anak-anak belum pandai berenang, jadi tidak berani nyebur hehehe..
Kolam pertama, berada di posisi terbawah.
Untuk mencapai kolam berikutnya kami harus berjalan mendaki. Duh, ini beneran saya rasanya capek sekali (faktor U kali ya :P) untunglah dalam perjalanan ke atas banyak disediakan spot-spot untuk beristirahat sambil foto-foti :P
Air minum gratis juga banyak tersedia di sana-sini. Tidak usah takut kecapekan dan kehausan pokoknya di sini hihi..
Sampai di kolam renang kedua, anak-anak masih belum berani nyebur karena tidak ada keterangan kedalaman kolamnya. Jadi kami meneruskan perjalanan dan di kolam renang ketiga baru anak-anak berani nyebur karena banyak anak-anak yang berenang di kolam ketiga alias yang tertinggi ini.
Kolam Kedua, di tengah.


Kolam Ketiga, terletak paling atas.
Di kolam ini ada ikan-ikan kecil yang biasa digunakan untuk terapi kaki. Jadi sambil menunggu putra-putrinya berenang, beberapa orang tua duduk di pinggiran sambil mencelupkan kaki ke air menikmati pagutan-pagutan ikan di kaki mereka.
Di sini airnya juga nyesss... dingin seperti es. Saya sampai berkali-kali mengingatkan Rafka supaya jangan terlalu lama berenang. Takutnya sakit dan tidak bisa mengikuti UKK.
Di sini juga tidak perlu khawatir jika tidak membawa perlengkapan berenang, karena ada yang menjual perlengkapan berenang lengkap sampai pakaian dalam dan sabun mandi pun ada.
Tampaknya anak-anak cukup puas main ke sini, Rafka bahkan bilang mau ke sini lagi nanti kapan-kapan. Saya? Senang sih, tapi kalau membayangkan perjalanannya yang terus menanjak plus berliku-liku... duh kayaknya mending ke tempat lain saja ya, hihihi.....
Oh ya, tiket masuknya lumayan murah. Pertama kami bayar parkir dulu sebesar 5K, kemudian beli tiket di loket dengan harga 6K untuk dewasa dan 2K untuk anak-anak.
Jadi, ada yang tertarik main ke sini?

3 komentar:

  1. lumayan juga tempatnya untuk hiburan dan main anak

    BalasHapus
  2. Sepertinya menarik tapi aksesnya kok agak sulit ya? EMak2 mageran soalnya hehehee

    BalasHapus