Translate

Minggu, 01 Januari 2017

Sekelumit Cerita Tentang Roti



Temans, suka roti tidak? kalau saya sih, iya.
Ingat dulu ketika masih kecil, roti tawar adalah sarapan alternatif andalan ketika si Mbak yang membantu di rumah sedang mudik dan Ibu tidak sempat memasak. Pada akhirnya, kami seringnya sarapan roti tawar selama si Mbak belum balik ke rumah, hehehe...

Supaya tidak bosan setiap pagi sarapan roti tawar, Ibu menyediakan beberapa jenis selai di meja makan. Ada selai kacang, nanas, dan strawberry. Sesekali Ibu juga menyediakan margarin dan mesis.
Bagi kami, roti tawar ini membantu sekali ketika ingin sarapan yang  cepat dan praktis. Bahkan sampai saya punya kehidupan rumah tangga sendiri, roti tawar ini masih saja setia menemani hari-hari saya, menawarkan kemudahan dan kepraktisannya, hihihi....
Duh, rasanya ingin mengucapkan terima kasih kepada si penemu roti. Eh, tapi siapa ya penemu roti? Kemarin sempat googling sih dan baru tahu kalau ternyata roti itu pertama kali ada di Mesir. Tadinya saya pikir dari Eropa.
Jadi pada awalnya, orang memakan gandum dengan begitu saja. Lama-kelamaan, mereka mulai merasakan tidak nikmatnya memakan biji-biji gandum yang keras. Jadi mereka lalu menumbuk gandum-gandum tersebut dan mencampurkannya dengan air.
Bagi yang akan melakukan perjalanan, gandum yang sudah ditumbuk dan diberi air tadi lalu dijemur hingga kering dan dijadikan bekal selama perjalanan.
Nah, ceritanya pada suatu hari, ada orang Mesir yang lupa menjemur sisa adonan gandum sehingga adonan tersebut me-ragi. Oleh orang tersebut, adonan yang sudah ber-ragi itu lalu coba dibakar dan dimakan. Dan ternyata rasanya lebih lembut dan enak. Sejak saat itu, orang-orang lalu sengaja meragikan adonan gandum sebelum memakannya.
Dari Mesir inilah bangsa Yunani lalu mengambil tekhnologi pembuatan roti yang kemudian menyebar dan berkembang di Eropa. Seiring berjalannya waktu, pembuatan roti terus berkembang sejalan dengan berubahnya zaman.
Sampai saat ini, sudah ada berbagai macam jenis, bentuk, dan rasa roti.
Dan roti memang makanan terpraktis bagi saya. Langsung ‘hap’... tidak perlu lagi diolah dan dimasak, hehehe... (emak-emak pemalas ^_^).

2 komentar:

  1. Hap! praktis ya mak..
    Roti enak banget diolesi Nutela yak atau madu organik buat sarapan.

    BalasHapus
  2. Saya gak terlalu suka. Tapi suami dana nak-anaks aya suka. Jadi tiap hari nyetok roti

    BalasHapus